
Transaction hash adalah “sidik jari” unik yang dihasilkan oleh blockchain untuk setiap transaksi, yang memungkinkan pengguna melacak dan mengidentifikasi transaksi melalui block explorer. Transaction hash dapat diibaratkan seperti nomor pelacakan paket—memudahkan Anda menemukan status dan detail transaksi secara cepat.
“Hash” adalah hasil dari memproses data transaksi melalui “mesin sidik jari”, yang menghasilkan deretan karakter dengan panjang tetap, biasanya diawali 0x. Pada block explorer Ethereum (seperti Etherscan atau catatan blockchain internal Gate), Anda cukup memasukkan transaction hash untuk melihat apakah transaksi berhasil, waktu konfirmasi, jumlah gas fee yang dibayar, dan detail lainnya.
Transaction hash dihasilkan dengan memasukkan field-field utama transaksi ke dalam algoritma hash kriptografi, sehingga menghasilkan pengenal dengan panjang tetap. Field utama biasanya meliputi pengirim, penerima, jumlah, nonce transaksi, dan data terkait lainnya.
“Algoritma hash kriptografi” merupakan aturan untuk mengubah konten apa pun menjadi sidik jari unik—contoh populernya adalah Keccak-256 (Ethereum) dan SHA-256 (Bitcoin). “Nonce” adalah nomor antrean transaksi dari suatu akun, yang memastikan urutan transaksi dari alamat yang sama. Setelah semua field ini digabungkan dan diproses oleh algoritma hash, maka terbentuklah transaction hash.
Transaction hash sangat penting untuk memeriksa status transaksi, menemukan catatan, membuktikan eksistensi dan konfirmasi transaksi, serta sebagai bukti dalam dukungan pelanggan, audit, atau debugging pengembangan. Transaction hash meningkatkan efisiensi troubleshooting dan meminimalkan kesalahan akibat komunikasi lisan.
Beberapa penggunaan utamanya antara lain:
Pada halaman detail deposit dan penarikan di Gate, Anda dapat langsung melihat transaction hash dan mengkliknya untuk membuka block explorer terkait guna verifikasi.
Langkah 1: Buka menu “Aset – Riwayat Deposit” atau “Aset – Riwayat Penarikan” dan temukan catatan yang relevan.
Langkah 2: Pada catatan tersebut, cari label “Blockchain Transaction Hash” atau “Lihat Catatan On-Chain” lalu klik.
Langkah 3: Di halaman block explorer yang terbuka, tinjau status transaksi (berhasil/gagal/tertunda), jumlah konfirmasi (berapa blok baru yang mengonfirmasi), biaya gas, alamat pengirim dan penerima, serta informasi lainnya.
Langkah 4: Jika deposit belum masuk, salin transaction hash untuk menghubungi support Gate. Pastikan juga Anda memilih jaringan yang tepat, menyertakan tag (Tag/Memo) jika diperlukan, dan jumlah konfirmasi telah memenuhi persyaratan.
Transaction hash mengidentifikasi satu transaksi; block hash mengidentifikasi seluruh blok; address adalah identitas akun atau smart contract untuk mengirim dan menerima dana. Masing-masing memiliki fungsi berbeda dan tidak dapat dipertukarkan.
Contohnya: Saat Anda mengirim dana di Ethereum, akan dihasilkan transaction hash; ketika transaksi tersebut masuk ke blok, blok tersebut memiliki block hash tersendiri; baik wallet Anda maupun penerima memiliki address masing-masing. Gunakan transaction hash untuk melacak transaksi, block hash untuk menelusuri blok, dan address untuk pengiriman atau penerimaan aset kripto.
Transaction hash menandakan bahwa transaksi Anda telah disiarkan dan tercatat di blockchain—namun status “berhasil dikreditkan” bergantung pada status transaksi dan jumlah konfirmasi sesuai ketentuan platform. Memiliki transaction hash saja tidak menjamin dana sudah diterima.
Pada block explorer, jika statusnya sukses dan jumlah konfirmasi memenuhi persyaratan Gate untuk jaringan tersebut, dana umumnya akan dikreditkan. Jika statusnya “pending”, artinya masih menunggu konfirmasi; jika “failed”, cek penyebabnya (misalnya gas fee tidak mencukupi). Kadang transaksi bisa “digantikan”—jika Anda menaikkan gas fee, transaksi baru akan menggantikan yang lama. Dalam kasus seperti ini, hanya transaction hash terbaru yang berlaku.
Transaction hash sendiri tidak mengungkapkan private key Anda, tetapi semua detail terkait bersifat publik—siapa pun dapat menelusuri aliran dana di blockchain melalui block explorer. Sering membagikan transaction hash memungkinkan pihak lain menganalisis aset dan pola transaksi Anda.
Dari sisi keamanan, scammer bisa memalsukan screenshot transaction hash atau meniru halaman explorer untuk menipu pengguna. Selalu verifikasi transaction hash melalui sumber tepercaya (seperti catatan resmi Gate atau block explorer resmi), jangan hanya mengandalkan screenshot. Perlu diingat, transaction hash tidak dapat dibatalkan atau diubah; setelah tercatat di blockchain dan dikonfirmasi, tidak bisa diubah sembarangan.
Transaction hash adalah sidik jari unik untuk setiap transaksi blockchain yang dihasilkan dengan melakukan hashing pada field utama menggunakan algoritma kriptografi. Transaction hash sangat penting untuk memeriksa status, melacak catatan, mendukung layanan pelanggan, audit, dan debugging pengembangan. Di Gate, Anda dapat melihat dan langsung menuju block explorer dari catatan deposit atau penarikan. Memahami perbedaan antara transaction hash, block hash, dan address—serta memperhatikan status dan jumlah konfirmasi—akan membantu Anda menilai hasil deposit secara akurat. Selalu lakukan verifikasi melalui sumber tepercaya dan waspadai screenshot palsu maupun tautan phishing demi keamanan aset Anda.
Ya—transaction hash identik dengan transaction ID. Keduanya adalah pengenal unik yang dihasilkan dengan hash kriptografi atas data transaksi. Setiap transaksi memiliki hash value berbeda yang dapat digunakan di block explorer untuk mengecek status, jumlah transfer, dan detail lainnya.
Ya—hash value memang unik secara desain. Transaksi yang sama akan selalu menghasilkan hash value yang sama; transaksi berbeda tidak akan pernah memiliki hash value yang sama. Keunikan ini dijamin oleh algoritma hash kriptografi, memastikan setiap transaksi dapat diidentifikasi dan dilacak secara presisi.
Waktu konfirmasi tergantung pada tingkat kepadatan jaringan dan besaran gas fee yang Anda tetapkan. Pada saat trafik tinggi, transaksi bisa mengantre; jika gas fee terlalu rendah, miner mungkin memprioritaskan transaksi lain. Anda dapat memantau status secara real-time menggunakan transaction hash di Gate atau block explorer mana pun. Jika konfirmasi terlalu lama, pertimbangkan untuk mempercepat atau mengirim ulang transaksi.
Bisa—Anda dapat menemukannya melalui riwayat transaksi akun Anda. Masuk ke wallet atau akun exchange Gate, lalu di halaman riwayat transaksi Anda akan menemukan seluruh hash dari transaksi sebelumnya. Alternatif lain, masukkan wallet address Anda di block explorer untuk menampilkan seluruh transaksi beserta hash-nya yang terkait dengan alamat tersebut.
Transaction hash hanya mengarah ke wallet address—bukan identitas dunia nyata—sehingga memberikan tingkat anonimitas. Namun, jika seseorang mengetahui wallet address Anda, mereka bisa menggunakan block explorer untuk melacak semua transaksi terkait. Untuk privasi lebih, pertimbangkan menggunakan beberapa wallet address atau memanfaatkan alat mixing untuk diversifikasi aset.


