
Pada tahun 2021, Alethea AI memperkenalkan Artificial Liquid Intelligence (ALI) untuk mengatasi kurangnya kepemilikan terdesentralisasi dan tata kelola demokratis dalam pengembangan kecerdasan buatan. Sebagai pelopor standar NFT cerdas (iNFT), Artificial Liquid Intelligence berperan vital di persimpangan AI dan blockchain, khususnya dalam inovasi NFT dan aplikasi metaverse.
Memasuki 2026, Artificial Liquid Intelligence telah diakui sebagai aset digital utama dalam ekosistem AI dan NFT, dengan lebih dari 16.000 pemegang token dan komunitas pengembang yang aktif. Artikel ini akan mengulas secara mendalam arsitektur teknis, performa pasar, dan potensi masa depan ALI.
Artificial Liquid Intelligence dikembangkan oleh Alethea AI pada tahun 2021 untuk mengatasi sentralisasi dan keterbatasan akses dalam pengembangan AI serta pembuatan NFT. ALI hadir di tengah pertumbuhan pesat NFT dan konvergensi AI dengan teknologi blockchain, menawarkan kesempatan bagi pengguna untuk membuat, melatih, dan memonetisasi NFT cerdas yang interaktif melalui protokol terdesentralisasi. Peluncuran Artificial Liquid Intelligence membuka peluang baru bagi kreator, pengembang, dan penggemar NFT dalam menciptakan pengalaman aset digital yang inovatif.
Dengan dukungan dari tim pengembang Alethea AI dan komunitas global, Artificial Liquid Intelligence terus meningkatkan teknologi, fitur keamanan, dan penerapan dunia nyata.
Artificial Liquid Intelligence berjalan pada jaringan komputer (node) terdesentralisasi di seluruh dunia, tanpa kendali bank maupun pemerintah. Node-node tersebut bekerja sama untuk memvalidasi transaksi, menjaga transparansi dan ketahanan terhadap serangan, memberikan otonomi lebih bagi pengguna serta memperkuat stabilitas jaringan.
Blockchain Artificial Liquid Intelligence adalah buku besar digital publik yang tak dapat diubah, merekam setiap transaksi. Transaksi dikumpulkan dalam blok dan dihubungkan dengan hash kriptografi untuk membentuk rantai yang aman. Setiap orang dapat mengakses rekamannya, menciptakan kepercayaan tanpa perantara. Sebagai token ERC-20 di blockchain Ethereum, ALI memanfaatkan keamanan dan kapabilitas smart contract Ethereum yang telah teruji.
Artificial Liquid Intelligence menggunakan mekanisme konsensus Proof of Stake (PoS) Ethereum untuk memvalidasi transaksi dan mencegah kecurangan seperti double-spending. Validator menjaga keamanan jaringan dengan staking ETH dan memvalidasi blok di Ethereum, serta menerima imbalan atas partisipasi mereka. Inovasi protokol ini mencakup NFT berbasis AI melalui protokol iNFT, menciptakan aset digital yang interaktif dan cerdas.
Artificial Liquid Intelligence mengadopsi kriptografi kunci publik-pribadi untuk melindungi transaksi:
Mekanisme ini menjaga keamanan dana dan transaksi tetap pseudonim sebagaimana karakteristik blockchain. Sebagai token ERC-20, ALI mendapat manfaat dari keamanan Ethereum, termasuk audit smart contract dan validasi konsensus jaringan.
Per 22 Januari 2026, suplai beredar ALI mencapai 9.118.091.184 token, dan total suplai 9.870.903.732,81426 token.
Suplai beredar ini setara dengan 92,37% dari total suplai, menunjukkan proporsi token yang beredar cukup tinggi.
Token baru masuk ke pasar melalui mekanisme penerbitan protokol, memengaruhi dinamika permintaan dan penawaran.
ALI menembus harga tertinggi sepanjang masa $0,201312 pada 2 April 2022 berkat kondisi pasar yang mendukung dan lonjakan minat pada teknologi NFT terintegrasi AI.
Harga terendah sepanjang masa $0,00196181 terjadi pada 18 Desember 2025, sebagai dampak koreksi pasar dan penurunan aktivitas perdagangan.
Fluktuasi ini menunjukkan pengaruh sentimen pasar, perkembangan teknologi, dan faktor eksternal pada valuasi token.
Klik untuk melihat harga ALI saat ini

Ekosistem Artificial Liquid Intelligence mendukung beragam aplikasi:
Meski detail kemitraan spesifik belum didokumentasikan secara luas, fokus Alethea AI pada protokol AI terdesentralisasi dan standar NFT menempatkannya sebagai mitra kolaboratif di persimpangan blockchain dan AI. Perkembangan tersebut menjadi fondasi ekspansi ekosistem Artificial Liquid Intelligence.
Artificial Liquid Intelligence menghadapi sejumlah tantangan:
Isu-isu ini memicu diskusi komunitas dan mendorong inovasi berkelanjutan.
Artificial Liquid Intelligence memiliki komunitas aktif dengan sekitar 16.119 pemegang token per Januari 2026. Proyek ini hadir di berbagai platform seperti X (dulu Twitter), Reddit, Medium, dan GitHub untuk mendorong keterlibatan pengembang dan pengguna. Minat komunitas meningkat saat pengumuman terkait pengembangan protokol iNFT dan pembaruan Noah's Ark metaverse.
Sentimen di X menunjukkan pandangan yang beragam:
Tren terkini menunjukkan optimisme hati-hati di kalangan pemegang jangka panjang yang fokus pada pengembangan teknologi daripada pergerakan harga jangka pendek.
Pengguna X aktif membahas inovasi teknologi Artificial Liquid Intelligence pada NFT cerdas, penerapan protokol iNFT, dan perkembangan Noah's Ark metaverse, menunjukkan antusiasme terhadap potensi transformatifnya sekaligus kesadaran atas tantangan adopsi.
Artificial Liquid Intelligence mendefinisikan ulang persimpangan AI dan NFT melalui protokol iNFT inovatif, menghadirkan aset digital interaktif dan cerdas di metaverse Noah's Ark. Dengan fokus pada kepemilikan AI terdesentralisasi, komunitas pengembang aktif, dan pendekatan teknologi yang khas, ALI tampil menonjol di dunia blockchain. Walaupun menghadapi volatilitas pasar dan tantangan adopsi, komitmen ALI terhadap pengembangan standar NFT cerdas dan aplikasi metaverse menjadikannya proyek yang patut diperhatikan di lanskap AI dan aset digital terdesentralisasi. Baik Anda baru di blockchain atau sudah berpengalaman, Artificial Liquid Intelligence menawarkan eksplorasi menarik teknologi NFT berbasis AI.
ALI adalah token utilitas untuk aplikasi dan layanan AI terdesentralisasi. Token ini mendukung tata kelola, staking, dan akses fitur berbasis AI dalam ekosistem Web3, memungkinkan pengguna berpartisipasi dalam pengembangan protokol AI dan memperoleh reward.
Anda dapat membeli token ALI melalui bursa kripto utama yang mendukung token ini. Untuk penyimpanan, gunakan wallet yang aman seperti MetaMask, Ledger, atau solusi cold storage agar ALI Anda tetap terlindungi.
ALI memiliki total suplai sebanyak 1 miliar token. Kapitalisasi pasar berubah sesuai harga dan suplai yang beredar. Untuk data kapitalisasi pasar real-time, kunjungi aggregator data kripto utama untuk nilai terbaru.
Risiko investasi ALI meliputi volatilitas pasar, kendala likuiditas, kerentanan smart contract, dan ketidakpastian regulasi. Lindungi kunci pribadi Anda, gunakan wallet terpercaya, aktifkan autentikasi dua faktor, dan lakukan due diligence sebelum berinvestasi.
ALI beroperasi di beberapa jaringan blockchain, termasuk Ethereum, Polygon, dan Arbitrum, sehingga mendukung kompatibilitas lintas-chain dan aksesibilitas yang lebih baik bagi pengguna di berbagai ekosistem.
ALI unggul melalui tokenomik yang solid, mekanisme tata kelola inovatif, dan pengembangan komunitas yang kuat. Dengan volume transaksi tinggi dan waktu konfirmasi blockchain yang cepat, ALI menawarkan skalabilitas dan efisiensi lebih baik daripada proyek pesaing dalam ekosistem.











